Kamis, 11 Juni 2020

Setitik Asa Dalam Jeda



S
emburat jingga menghiasi cakrawala di ujung sana. Begitu mempesona siapapun yang menatapnya.  Sang bayu membelai syahdu penduduk Bumi yang bersiap mengawali kisahnya pada hari itu. Begitupun denganku, tepat di hari ketika sosok istimewa itu menjadi jalan untukku menatap silaunya dunia ini, aku menemukannya.
Ya. Setitik asa dalam jeda. Mengurai makna dan manfaat dari mozaik yang pernah terjadi dalam kehidupan fana ini. Percayalah. Tiada tersia apapun yang telah Ia gariskan bagi pemujaNya. Sungguh begitu menakjubkan.
Setelah sekian lama ku menanti, akhirnya saatnya tiba untuk mengeja dan mencipta jeda dalam sebuah alunan jejak yang menghanyutkan siapapun yang berani memulainya. Teringat sebuah pepatah “Dengan Setetes Tinta, Engkau Bisa Mewarnai Dunia”, memacuku untuk terus mencari asa dalam kependaran dunia. Aku pasti bisa. Bukan menyisihkan detik untuk terus memaknai dalam jeda namun mengutamakannya dalam setiap helaan rutinitas.
Sempat terasa begitu menyesakkan, ketika mendongak dan menyaksikan, begitu luar biasa sosok-sosok yang telah mampu terlebih dahulu mengukir jejak dalam tinta peradapan. Sedang aku? Hanya berdiri mematung dan tak henti berdecak kagum oleh karyanya.
Ah…akankah aku mampu?
Batin menjerit dan terus memompa semangat seraya membisikkan mantra ajaib “Man Jada wa Jadda”. Ya. Aku akan mulai dari sekarang, detik ini jua. Akan ku jadikan kesempatan langka ini untuk melejitkan setitik asa dalam jeda. Bersama mereka. Mewarnai Dunia.

Setitik Asa Dalam Jeda