S
|
emburat jingga menghiasi cakrawala di ujung
sana. Begitu mempesona siapapun yang menatapnya. Sang bayu membelai syahdu penduduk Bumi yang
bersiap mengawali kisahnya pada hari itu. Begitupun denganku, tepat di hari
ketika sosok istimewa itu menjadi jalan untukku menatap silaunya dunia ini, aku
menemukannya.
Ya. Setitik asa dalam jeda. Mengurai makna dan
manfaat dari mozaik yang pernah terjadi dalam kehidupan fana ini. Percayalah. Tiada
tersia apapun yang telah Ia gariskan bagi pemujaNya. Sungguh begitu menakjubkan.
Setelah sekian lama ku menanti, akhirnya
saatnya tiba untuk mengeja dan mencipta jeda dalam sebuah alunan jejak yang
menghanyutkan siapapun yang berani memulainya. Teringat sebuah pepatah “Dengan
Setetes Tinta, Engkau Bisa Mewarnai Dunia”, memacuku untuk terus mencari asa
dalam kependaran dunia. Aku pasti bisa. Bukan menyisihkan detik untuk terus
memaknai dalam jeda namun mengutamakannya dalam setiap helaan rutinitas.
Sempat terasa begitu menyesakkan, ketika
mendongak dan menyaksikan, begitu luar biasa sosok-sosok yang telah mampu
terlebih dahulu mengukir jejak dalam tinta peradapan. Sedang aku? Hanya berdiri
mematung dan tak henti berdecak kagum oleh karyanya.
Ah…akankah aku mampu?
Batin menjerit dan terus memompa semangat
seraya membisikkan mantra ajaib “Man Jada wa Jadda”. Ya. Aku akan mulai dari
sekarang, detik ini jua. Akan ku jadikan kesempatan langka ini untuk melejitkan
setitik asa dalam jeda. Bersama mereka. Mewarnai Dunia.